Tiap langkah yang terlalui berpapasan dengan ribuan orang baru. Aku masih di sini dengan segala rasa tentangmu. Aku masih ingin mencoba memperbaiki sesuatu yang sebenarnya belum sempat kita mulai.
Terlalu cepat semuanya diakhiri.
Aku bahkan belum mengenalmu sepenuhnya.
Jika memang ada orang lain di luar sana yang tercipta untukku selamanya, aku harap bisa bertemu dengannya secepat mungkin.
Bukan hanya untuk sekadar gengsi , tapi lebih dari itu semua.
Kadang aku ingin memiliki seseorang tempat untuk berbagi.
Lebih dari teman atau sahabat.
Bukan hanya sekadar pendengar yang baik, tapi juga sebagai pelindung dan pelipur lara.
Ini keinginan yang manusiawi bukan?
Walaupun bagiku banyak yang lebih penting dari sebuah cinta. Namun, semua itu terefleksikan dengan sendirinya ketika kelam itu datang menghampiri dan aku seakan tanpa pijakan.
Mencari sesuatu dan seseorang yang sudi mendengarkan bukan hal yang sepele. Banyak yang ingin mendengarkan. Tapi bukan karena mereka benar-benar peduli.
Ada yang sambil lalu hanya untuk ingin tahu. Lalu di mana tempat yang tepat untuk mengadu seutuhnya? Ketika manusia sudah tidak bisa lagi menjadi harapan. Aku hanya bisa bersujud di atas tanah Allah yang pasti akan senantiasa mendengar dan mengerti apa yang aku ingin dan aku cari.
Vee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar